Langsung ke konten utama

Rahasia Ulama dalam Mendidik Anak


Para ulama memiliki rahasia dalam mendidik anak-anak mereka diantaranya:

١. ﺍﻻﻡ ﻓﻲ ﺣﺎﻟﺔ ﺍﻟﺮﺿﺎﻋﺔ ﺗﻘﺮﺍﺀ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺩ ﺍﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ﻭﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ ﻭﺗﻜﺮﺭﻫﻤﺎ.

1.) Memerintahkan kepada istri-istri mereka ketika menyusui untuk terus membaca Ayat Kursi, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

٢. ﺍﻭﻝ ﻣﺎﻳﻠﻘﻨﻮﻥ ﺍﻟﻄﻔﻞ ﻋﻨﺪ ﺑﺪﺍﻳﺔ ﺍﻟﻨﻄﻖ (ﺭﺿﻴﺖ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺭﺑﺎ ﻭﺑﺎﻻﺳﻼﻡ ﺩﻳﻨﺎ ﻭﺑﻤﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻧﺒﻴﺎ ﻭﺭﺳﻮﻻ)

2.) Pertama kali yang diajarkan kepada putra-putri mereka ketika baru bisa bicara adalah kalimat : "Rodhitu billahi Robba Wa bil Islami diina Wa bimuhammadin sholla Allahu ‘alayhi wa sallam Nabiyyan wa Rosuula.

artinya "aku ridho Allah sebagai Tuhanku, Islam agamaku dan Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rosulku"

٣. ﺍﻟﺨﺮﻭﺝ ﺑﺎﻷﻭﻻﺩ ﺍﻟﺼﻐﺎﺭ ﺁﺧﺮ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﺣﺘﻰ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻬﻢ ﻋﺎﺩﺓ

3.) Membiasakan kepada anak-anak mereka sejak kecil untuk bangun malam atau bangun sebelum tiba waktu Shubuh.

٤. ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﺪﻳﻨﺔ ﻭﻣﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﻨﻔﺤﺎﺕ ، ﻛﺸﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻳﺠﻤﻌﻮﻥ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ ﻭيسألونهم ﻣﺎﺫﺍ ﺳﻴﻌﻤﻠﻮﻥ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﺍﻟﺒﺮ ﻛﻘﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﻭﺍﻟﺬﻛﺮ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ

4.) Sebelum memasuki Bulan-bulan berkah seperti Ramadhon, mereka mengumpulkan anak-anak mereka dan bertanya kepada mereka, apa yang akan kalian kerjakan dibulan yg berkah ini? dari amalan membaca Al Qur'an, dzikir, dan sedekah dll.

٥. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻌﻠﻤﻮﻧﻬﻢ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ

5.) Mereka mengajari anak-anak mereka niat-niat yg baik sebagaimana mengajari mereka Surat Al Fatihah.

٦. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻘﺪﻭﻥ ﻣﺠﻠﺲ ﻋﻠﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻳﺠﺘﻤﻊ ﻓﻴﻪ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻳﻮﻣﻲ ﺍﻭ ﺍﺳﺒﻮﻋﻲ ﻳﻘﺮﺅﻥ ﻣﺎﺗﻴﺴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ( ﺣﺰﺏ ) ﻭﻛﺘﺐ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺍﻟﻔﻘﻪ ﻭﻳﺨﺘﻤﻮنه بالأﺩﻋﻴﺔ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

6.) Mereka mengadakan majelis ilmu di rumah, dan berkumpul semua yang ada dirumah, majlis harian atau mingguan, mereka membaca Al-Qur'an (tadarus) dan kitab hadits serta fiqih dan mereka menutup majelis dengan doa dan solawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngaji Gus Baha: Husnudzon

Gus Baha, dalam acara Muhadhoroh Ammah di Pondok Pesantren Salafiyah Kota Pasuruan belum lama ini menerangkan agar selalu berfikir positif dan tidak mudah memvonis kafir seseorang. Bahkan, sebagai manusia, kita punya kewajiban menjaga hubungan baik dgn orang non-muslim. Karena kita tak tahu masa depan seseorang. Bisa saja hari ini seseorang dalam keadaan muslim, tapi di akhir hidupnya menjadi murtad. Begitupun sebaliknya. Ketika malaikat hendak menjatuhkan gunung ke para penentang Rasul, Rasulullah melarang. Rasulullah punya harapan bahwa kelak dari keturunan mereka lahirlah orang-orang mukmin. Pada orang kafir pun, Rasulullah tak pernah berhenti berharap. Abu Lahab punya anak Darroh itu mukminah, Abu Jahal punya anak Ikrimah juga mukmin. Musuh besar Rasulullah, Walid bin Mughiroh punya anak Kholid bin Walid, juga seorang mukmin. Gus Baha lalu menceritakan sebuah kisah yg terdapat di Kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghazali Ceritanya, ada 2 orang ahli neraka yg dipanggil oleh Allah ke ...

Ngaji Gus Baha: Ketaatan kepada Allah itu Tidak Boleh Ditawar

Gus Baha menegaskan bahwa kalau ada perintah dari Allah, kita harus langsung sami’ na wa ato’na “Suatu ketika dalam peristiwa turunnya salah satu ayat dalam surat Al-Baqarah. Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa setiap keburukan yang terlintas dalam hati akan dihisab oleh Allah. Ketika Rasulullah menyampaikan ayat tersebut pada para sahabat,diantara sahabat ada yang protes." “Ya Rasul, jika kami diperintahkan untuk jihad, kami siap, sholat siap, apa saja siap. Tapi kalau keburukan yang hanya terlintas di hati saja akan dihisab sebagai keburukan, kita tidak akan mampu ya Rasul.” protes para sahabat “Quluu sami’na wa ato’na, jadi mampu atau tidak harus sami’na wa ato’na," jawab Rasul. Rasul menjelaskan agar umatnya tidak seperti bani Israil. Jika diberi perintah yang tidak logis langsung protes dengan berkata, “Ya Allah kenapa harus ini, kan bisa yang lain yang lebih mudah”. Seolah-olah lebih hebat dari Allah. Kisah Gus Baha membuat para santri jadi paham dalam mencerna penjel...

Keutamaan Membaca Surat Al-Mulk

Surat al-Mulk menjadi salah satu surat dalam al-Quran yang sering dibaca oleh orang Islam. Di samping termasuk 7 Surat Munjiyat (yg menyelamatkan. As-Sajadah, Yaasin, ad-Dukhon, al-Waqiah, al-Mulk, al-Insan, dan al-Buruj), al-Mulk memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satu keistimewaan membaca surat al-Mulk adalah terbebas dari pertanyaan kubur. Keistimewaan ini didapat apabila istiqomah membacanya tiap malam. Syekh Imam Nawawi Al-Banteni menyebutkan dalam Syarah Kitab Riyadul Badi’ah, ومن لازم قراءة سورة الملك في كل ليلة من وقت العلم ولا يضر الترك في بعد الاحيان لعذر. (Termasuk orang yg terbebas dari pertanyaan kubur) Orang yg tiap malam membiasakan diri membaca surat al-Mulk semenjak ia tahu. Tidak mudorat apabila sesekali meninggalkannya dikarenakan ada udzur. Ada satu kesunahan yg sering dilupakan oleh orang yg membaca surat al-Mulk. Entah karena lupa atau memang belum mengetahui akan keberadaan sunah tersebut. Dalam Tafsir Jalalayn, Imam Suyuthi menyebutkan: ويستحب ان يقول القار...